Google+

WHAT'S TRENDING

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Ribuan Relawan Ingin Datangi Pelantikan Presiden Jokowi

Written By Bojonegoro Post on Jumat, 10 Oktober 2014 | 00.20


Bojonegoro Post ~ Jakarta - Relawan Joko Widodo berencana akan mendatangi Gedung DPR RI Saat acara pelantikan presiden Pada 20 oktober 2014,Menurut Ketua DPR Setya Novanto Mengaku belum mendengar soal ribuan relawan Jokowi Yang akan mendatangi Gedung DPR.

"Saya Belum Mendengar" Kata Novanto di Gedung DPR,Jakarta, (Jum'at 10/10/2014).Sementara itu ketua DPP Gerindra Desmon J Mahesa Menilai aksi relawan Jokowi yang akan mendatangi gedung DPR nanti malah membuat warga khawatir,saat pelantikan berlangsung.

"Kan jadi malah takut orang DPR mau mau datang kan? Jadi intinya janganlah jadi di bikin takut-takut.Santai-santai saja TOH pasti sudah akan di lantik kan? Jadi jangan ada saling ancam begini" Kata Desmon,seperti yang di lansir tribunnews.com

Sebelumnya Relawan Joko Widodo berencana akan berkumpul di luar Gedung DPR saat pelantikan Presiden 20 Oktober 2014 nanti,Jokowi nantinya akan di arak sampai ke Monumen Nasional ( MONAS ).
.Disana telah di persiapkan Panggung hiburan yang akan di isi SLANK.

Jokowi: SBY keluarkan Perpu Percuma Kalau Ditolak

Written By Bojonegoro Post on Jumat, 03 Oktober 2014 | 03.05


Bojonegoro Post ~ Jakarta - Presiden Terpilih Joko Widodo, menilai Peraturan pengganti Undang - Undang (Perpu) yang dikeluarkan presiden SBY untuk membatalkan pilkada melalui DPRD dianggap akan sia - sia jika nantinya DPR tidak menyetujui.

"Perppu (untuk pilkada langsung) kalau ditolak lagi (di DPR), ya percuma," kata Jokowi di Balai Kota, Jumat (3/10/2014).

Menurutnya, perpu yang dikeluarkan SBY jangan hanya beending pada penolakan dewan saja, sehingga kedaulatan rakyat untuk memilih kepala daerah nya secara langsung kian pupus.

"Jangan sampai perppu sudah ditanda tangani (Presiden SBY), masuk ke dewan (DPR) lagi, lalu keluar, dan ke MK (Mahkamah Konstitusi) lagi, ya ga rampung-rampung," tutur Jokowi.

Megawati Siasati Pemilihan Ketua MPR


Bojonegoro Post ~ Jakarta - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Menggelar rapat kordinasi dengan Fraksi PDIP di Lenteng Agung Jakarta selatan, rapat ini digelar pasca kalahnya PDIP merebut pimpinan DPR, dan mensiasati starategi pemilihan ketua MPR.

"Ibu ?Mega mengumpulkan anggota fraksi dan akan memberi arahan untuk meningkatkan soliditas dan arahan untuk anggota fraksi baru dalam menghadap politik ke depan," kata politikus Pramono Anung , Seperti di lansir wartanews.com Jumat (3/10/2014).

Rapat pleno ini direncanakan pukul 14.00 WIB. Dalam rapat ini akan dibahas struktur fraksi PDIP. Selain itu, rapat ini juga akan membahas strategi PDIP agar tak kalah dalam perebutan kursi Ketua MPR.

"Ini termasuk penentuan untuk ketua MPR. Kemarin juga kita sudah membangun komunikasi kembali dengan KMP? (Koalisi Merah Putih) agar pemilihan tak seperti saat DPR," sambungnya.

Untuk sementara Puan Maharani, Bambang Woeryanto dan Utut Adianto menjadi pimpinan fraksi PDIP sementara sampai struktur fraksi terbentuk.? Megawati sendiri belum tiba di kantor DPP PDIP.

Jokowi Berharap Perpu SBY Bukan Pencitraan


Bojonegoro Post ~ Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diharapkan benar-benar mengembalikan pilkada langsung ke tangan rakyat lewal Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perpu) Pilkada dan bukan untuk pencitraan semata.

"Kita harapkan Perpu ini betul-betul sebuah usaha ingin mengembalikan ke pilkada langsung," kata presiden terpilih Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Jumat (3/10/2014).

Jokowi menjelaskan, pemerintah harus mendengarkan rakyat. Apa yang menjadi keinginan rakyat untuk berdemokrasi melalui pilkada langsung, itu yang harus diberikan.

"Jangan sampai rakyat baru senang-senang dan bergembira-bergembira dengan demokrasi (pilkada langsung), tau-tau gak ada angin dan gak ada hujan, langsung hilang. Gimana rakyat gak ngamuk," jelas Jokowi.

Partai Demokrat yang dipimpin oleh SBY sebelumnya dinilai sebagai penyebab kekalahan pilkada langsung, karena melakukan walk out pada rapat paripurna RUU Pilkada, Jumat (26/9/2014).

Dengan demikian, Presiden SBY mengatakan akan membuat Perpu untuk membatalkan putusan rapat paripurna yang mendukung pilkada kembali melalui DPRD DKI.

Namun, Perppu yang dikeluarkan SBY ini dianggap sebagai pencitraan semata, karena kemungkinan besar dapat ditolak kembali di DPR.

Sumber : wartanews.com

Ketua Umum PPP Suryadharma Ali Di Copot Dari Jabatanya

Written By Bojonegoro Post on Rabu, 10 September 2014 | 06.27


Bojonegoro Post ~ Suryadharma Ali resmi dicopot dari jabatannya sebagai ketua umum PPP. Hal ini terjadi setelah Rapat Pengurus Harian DPP PPP yang berlangsung sejak Selasa (9/9) malam. Rapat ini diwarnai aki walk out Suryadharma Ali yang menyebutkan empat nama sebagai aktor utama penggulingan dirinya dari tampuk pimpinan.

Pernyataan dipecatnya Suryadharma Ali ini meluncur dari bibir Sekjen PPP, Rohamurmuziy. Ia menyebutkan mantan Menteri Agama itu layak diberhentikan karena sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi. Status hukum Suryadharma ini membuat ruang gerak dan fungsinya sebagai ketua umum partai semakin terbatas.

“(Rapat Pengurus Harian) memutuskan memberhentikan Suryadharma Ali (dari) jabatan Ketua Umum DPP PPP,” papar Romi seperti dikutip Kompas.
Setelah Suryadharma Ali dicopot, PPP sudah menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum. Dia adalah Emron Pangkapi.

Disampaikan Romi, “Atas kewenangan yang diberikan Anggaran Rumah Tangga pasal 12 ayat (1) tentang penunjukan lowongan jabatan ketua umum. Dengan dihadiri para pimpinan majelis, DPP partai telah menunjuk bapak H Emron Pangkapi sebagai Plt Ketua Umum.”
Namun, rapat PPP semalam jauh dari kata ‘damai’. Suryadharma Ali sempat mengancam memberhentikan siapa pun kala diminta untuk mundur dari jabatannya. SDA juga meninggalkan rapat tersebut sebelum selesai.

Setelah insiden ini, Suryadharma menyampaikan bahwa ada beberapa tokoh yang memang sudah berencana menggulingkan dirinya sejak lama. Mantan Menteri Agama ini juga mempertanyakan keputusan rapat. Diyakini SDA, seharusnya pemberhentian ketua umum, sama seperti pengangkatan, hanya bisa terjadi di Muktamar.

“Sekjen ya (Romahurmuziy), Waketum Emron Pangkapi, Waketum Lukman (Lukman Hakim Saifuddin), Waketum Suharso Monoarfa,” beber Suryadharma seperti dikutip detik.

Bawaslu Diusulkan Berfungsi Jadi Badan Penyelesaian Sengketa Pemilu

Written By Bojonegoro Post on Minggu, 31 Agustus 2014 | 02.46


Bojonegoro Post ~ JAKARTA - Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini meminta pemerintah baru mentransformasikan fungsi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menjadi Badan Penyelesaian Sengketa Pemilu.

"Artinya fungsi Bawaslu tak hanya bertugas mengawasi dan menerima laporan. Tapi kita ingin mentransformasikan hal itu menjadi lembaga yang bisa menyelesaikan sengketa pemilu," ujar Titi di Bakoel Koffie Cikini, Jakarta, Minggu (31/8/2014).

Menurutnya, transformasi itu dilakukan karena peran masyarakat jauh lebih aktif untuk sekedar mengawasi pemilu. Sedangkan Badan Penyelesaian Sengketa Pemilu lebih fokus menangani proses pelaksanaan pemilu sebelum dan sesudahnya.

"DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu) itu lebih menangani kode etik penyelenggaraan pemilu, beda dengan badan penyelesaian sengketa pemilu. Kalau Badan Penyelesaian sengketa pemilu lebih ke pelanggaran administrasinya," tutur Titi.

Pelanggaran administratif seperti masalah jumlah pemilih, surat suara, proses penghitungan surat suara dan lainnya. Sedangkan jika ada pelanggaran menyangkut pelanggaran hukum bisa langsung dilaporkan ke kepolisian. Sementara pelanggaran kode etik penyelenggaranya ke DKPP.

"Nah, jika ada pelanggaran seperti money politic atau pelanggaran hukum lainnya, bisa dilaporkan langsung ke polisi. Sehingga prosesnya cepat diselesaikan, tanpa perlu memakan waktu dengan proses yang panjang." tandasnya.

Kubu Prabowo-Hatta Sebut Nama Tuhan

Written By Bojonegoro Post on Kamis, 07 Agustus 2014 | 22.45


Bojonegoro Post ~ Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menolak penyelenggaraan Pilpres 2014 dan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Mereka menolak Pilpres 2014 karena merasa di curangi oleh berbagai pihak.

Kesal atas kecurangan tersebut, Direktur Politik Tim Prabowo-Hatta, Ali Mochtar Ngabalin mendesak Tuhan untuk berpihak kepada pasangan capres-cawapres nomor urut satu tersebut.

"Perjuangan yang kita lakukan tidak berhenti sampai di sini dan kita mendesak Allah SWT berpihak kepada kebenaran, berpihak kepada Prabowo - Hatta ," ujar Ngabalin kepada kader dan simpatisan Prabowo - Hatta , Kamis (7/8).

Ucapan Ngabalin tersebut terekam dalam video yang diunggah ke Youtube. Video berdurasi 6 menit 38 detik tersebut direkam saat halal bihalal yang diadakan tim Prabowo - Hatta di Rumah Polonia, Minggu (3/8).

Ucapan Ngabalin yang mendesak Tuhan untuk berpihak kepada pasangan Prabowo - Hatta tersebut terdapat di menit ke-3.43. Ucapan politisi Golkar tersebut kemudian mendapat sambutan yang meriah dari kader yang hadir.

Dia mendesak Tuhan karena gemas melihat Prabowo terus diserang dan difitnah.

"Insya Allah pidato saya mudah-mudahan tidak ada yang manipulasi. Saya mendesak untuk terungkapnya kebenaran dan keadilan, kepastian hukum, dalam hal ini membela Prabowo, karena kami anggap dia teraniaya, terfitnah, tapi dia diam aja tidak balas," ujar Ngabalin.

Atas alasan itu, Ngabalin mengaku tergerak hatinya karena merasa simpati atas tekanan yang dialami Prabowo selama menghadapi Pilpres 2014. Dirinya pun mengaku gemas karena bantuan Tuhan tak kunjung turun.

"Kita gemas, kapan Tuhan turunkan (bantuan ke Prabowo). Kita desak Allah turunkan bala tentaranya tolong Prabowo. Dia lemah, dan tidak bisa berbuat apa-apa, gitu maksudnya, dan itu pernyataan kepada siapapun tak ada masalah," pungkasnya.

Tak hanya Ngabalin, pendukung Prabowo yang juga doktor kandidat di S3 Ilmu Politik UGM, Nurcahaya Tandang menyebut mantan suami Titiek Soeharto itu sebagai titisan Allah.

Hal itu terungkap dari video berjudul 'PRABOWO TITISAN ALLAH Kata Pendukungnya' yang diunggah ke Youtube. Nurcahaya berapi-api menyampaikan orasinya di Rumah Polonia, Jalan Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur.

Video berdurasi 26 detik tersebut direkam saat pasangan Prabowo-Hatta menggelar halal bihalal pada Minggu (3/8).

"Kita tidak mendukung hanya Bapak Prabowo tetapi visi besar Bapak Prabowo sebagai titisan Allah SWT," ujar wanita tersebut, Rabu (6/8).

Hingga Rabu siang, video yang diunggah oleh akun Alfan K pada Selasa (5/8), telah disaksikan 301 kali.

Selain menyebut Prabowo sebagai titisan Allah, wanita yang pernah menjadi dosen hubungan internasional dan politik Universitas Hasanudin, Makassar itu juga menyebut jika gugatan ke Mahkamah Konstitusi sebagai sebuah jihad.

"Karena ini adalah jihad Jihad fi sabilillah. Bukan cuma jihad nasionalisme," ujarnya.

Habis Tarung Dengan Hatta,JK Di Larikan Kerumah Sakit

Written By Bojonegoro Post on Senin, 30 Juni 2014 | 20.51


Bojonegoro Post ~ Banyak yang menilai, cawapres nomor urut 2 Jusuf Kalla tak tampil prima menghadapi lawannya, Hatta Rajasa dalam debat jilid IV yang digelar semalam. Baik artikulasi yang kurang baik serta raut wajahnya yang kelelahan terlihat dari atas panggung.

Ternyata, pria yang karib disapa JK itu memang berada dalam kondisi yang tak fit. JK bahkan sempat dilarikan ke rumah sakit.

"Kami minta beliau istirahat yang cukup sebelum debat. Namun ternyata tidak sempat, karena harus hadiri rapat-rapat," kata anggota timses Jokowi-JK, Poempida Hidayatulloh di Jakarta, Senin (30/6/2014).

"Setelah debat sempat ke dokter untuk check up saja dan sudah diberi vitamin," ujarnya.

Namun Poempida menampik, JK menderita penyakit tertentu sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Dia mengatakan, pria yang tahun ini menginjak usia 72 tahun itu hanya kelelahan karena menjalani puasa pertama dan disibukkan segudang kegiatan kampanye.

"Pak JK kemarin kecapean karena baru hari pertama puasa," pungkas Poempida.

Berdasarkan informasi yang beredar, JK sempat dilarikan ke RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat.

(Lliputan6.com)

Kunci Politik Luar Negeri Ala Prabowo Yang Kuat


Bojonegoro Post ~ Calon presiden (capres) nomor 1 Prabowo Subianto mempunyai kunci politik luar negeri yang kuat yakni dengan mengamankan kekayaan nasional.

"Politik luar negeri mau tidak mau kita bicara tentang tujuan kita bernegara, tentunya mencari keamanan bersama, tetapi kemudian yang lebih penting kita mencari kemakmuran bersama," tutur dia saat debat capres, di Holiday Inn, Jakarta, Minggu (22/6/2014).

Menurut Prabowo, politik luar negeri mau tidak mau adalah cermin dari kondisi dalam negeri, namun tidak berarti kekuatan politik dalam negeri lemah.

"Karena itu saya terus menerus selalu bicara tentang bagaimana Indonesia mengamankan ketahanan nasional dan kekayaannya ini menjadi fundamental. Kita berada dalam geografis yang unik dan berada di dua samudera yang besar, banyak negara dalam kondisi aman saat ini tapi kita juga enggak boleh lengah terhadap kondisi yang sebenarnya," jelas dia.

Prabowo pun menegaskan, terlalu banyak kekayaan nasional yang diambil. Sehingga, ini menjadi kunci politik luar negeri yang kuat dengan mengamankan kekayaan nasional.

"Sandang, pangan, dan papan cukup, maka ketahanan akan kuat, ketahanan nasional, keamanan nasional, keselamatan nasional terletak pada kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, kita tidak mungkin jadi negara terhormat kalau rakyat miskin. Saya harus membenahi masalah dalam negeri dan ekonomi harus kuat baru memperkuat semua sendi kekuatan nasional, intinya kita tidak ingin punya musuh," pungkasnya.

(okezone.com)

Hatta Yakin Didukung Mayoritas Kader Demokrat

Written By Bojonegoro Post on Senin, 09 Juni 2014 | 22.39


Bojonegoro Post ~ Bekasi Partai Demokrat hingga kini masih menunjukkan sikap netral dalam Pilpres 2014. Namun, sejumlah elite Demokrat seperti Marzuki Alie dan Pramono Edhie Wibowo secara pribadi menyatakan diri mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Maka itu, Hatta yang kini mengantongi pasangan capres-cawapres nomor urut 1 pada Pilpres 9 Juli mendatang itu, mengaku optimis mayoritas kader Demokrat akan mendukung pasangannya.

"Di sinilah saya ingin mengatakan, sebagian besar mayoritas itu memberikan dukungan kepada kita. Seperti Marzukie Ali dan Pramono," kata besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu di sebuah rumah makan di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (7/6/2014).

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu pun meyakini, dengan dukungan sejumlah elite Demokrat, perolehan suara untuk memenangkan dirinya dan Prabowo pada Pilpres akan bertambah.

"Iya, toh Demokrat itu memiliki grass root (akar rumput) juga, pendukung, dan kemampuan organisasi dan infrastruktur yang baik. Jadi kami mendapatkan tenaga tambahan," ucap mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu.

Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie mengatakan para petinggi partainya dan 8 organisasi masyarakat (ormas) telah sepakat mendukung pasangan pasangan capres nomor urut 1 Prabowo-Hatta.

"Mas Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyono) sudah menyatakan dukungannya. Pramono Edhie Wibowo dukung Prabowo-Hatta," kata Marzuki, Jumat 6 Juni kemarin.

Menurut Marzuki, dukungan resmi kepada Prabowo-Hatta hanya menunggu waktu deklarasi saja. Seluruh kader Demokrat di daerah dan simpatisan sudah memikirkan cara untuk memenangkan Prabowo-Hatta.

Kendati, Ketua DPR itu memastikan, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono selaku presiden akan tetap netral pada Pilpres 9 Juli mendatang.

Dalam Pilpres 2014, ada dua pasangan capres-cawapres, yakni pasangan nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan pasangan nomor urut 2 Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Pasangan Prabowo-Hatta didukung 6 partai, yakni Partai Gerindra, PPP, PKS, PAN, PBB dan Partai Golkar. Sementara pasangan Jokowi-JK didukung 5 partai, yakni PDIP, Partai Nasdem, PKB, Partai Hanura, dan PKPI.

Sumber : Liputan6.com

Masyarakat Di Nilai Kurang Paham Dengan Sikap Tegas Prabowo

Written By Bojonegoro Post on Minggu, 08 Juni 2014 | 05.05


Bojonegoro Post ~ Latar belakang Capres Prabowo Subianto dari kalangan militer membuat masyarakat luas lebih mengenal sosok mantan Danjen Kopassus itu sebagai seorang yang tegas. Hal itulah yang coba ditampilkan oleh tim sukses kampanye capres yang berpasangan dengan mantan Perekonomian Hatta Rajasa dalam Pilpres 2014.

"Dia dikaitkan dengan profesi dia tentara, dia bisa menjaga keutuhan NKRI, organisasi solid," kata pengamat politik dari Soegeng Sarjadi Sindycate (SSS), Fadjroel Rachman usai diskusi politik di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (5/6).

Fadjroel mengatakan, padahal dengan sosok tegas yang ditampilkan justru akan membuat sebagian masyarakat ragu untuk memilih Prabowo dalam Pilpres 9 Juli mendatang. Masyarakat masih sedikit paranoid dengan sosok tentara jika jadi seorang pemimpin.

"Masyarakat tidak terlalu paham apa itu tegas. Tegas selalu dikaitkan dengan ketentaraan. Meski ada upaya menjelaskan ulang, ditambahkan menjaga keutuhan NKRI, menghadapi asing. Harusnya ini yang bisa dieksplor," jelasnya.

Dia menilai, sikap tegas yang ditampilkan justru merupakan kebalikan dari ketegasan yang tak lain kurang tegas. "Sikap yang tegas dalam pidato, deklarasi damai, sikap itu muncul dari ketidaktegasan," ujarnya.

Dia menambahkan sikap tegas yang ditampilkan belum tentu dapat menunjukkan ketegasan dalam arti taat pada peraturan. Bahkan bisa jadi akan melawan aturan.

"Tegas dan kejam. Belum mengeksploitir tegas patuh pada aturan," katanya.

Saat Di Sidang,Prabowo Berdiri Gebrak Meja Hingga Patah


Bojonegoro Post ~ Puluhan pemuda yang mayoritas mahasiswa semalam berkumpul di Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi di Jalan Pandaran Kota Semarang, Jawa Tengah. Mereka berdiskusi bersama bekas aktivis anti-Soeharto yang juga bekas Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kerusuhan Mei 1998, Hermawan Sulistiyo.

Dalam diskusi yang hangat ini, Kiki, sapaan akrabnya, membeberkan dosa-dosa Prabowo saat menjabat sebagai Danjen Kopassus.

"Sekarang saya turun lagi karena saya tidak mau Prabowo memimpin. Prabowo itu monster. Saya bareng-bareng memeriksa TNI bareng Prabowo di bawah DKP itu yang memecat Prabowo . Dia menculik 32 orang dan membuat kerusuhan di mana-mana," tegas Kiki membuka diskusi bersama Seknas Muda Jokowi di Sekretariat Seknas Jokowi Jalan Pandaran Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (6/6) malam.

"Waktu itu dibentuk Dewan Kehormatan Perwira (DKP). Prabowo waktu itu bintang 3 Ketua DKP adalah Soebagyo HS. Di antara DKP ada SBY , ada Letjen Fakhrurozi, ada Letjen Agum Gumelar selaku Wakil Ketua," papar Kiki.

Kiki membeberkan saat awal persidangan DKP itu, Prabowo membantah jika melakukan pelanggaran HAM dengan menculik para aktivis.

"Ketika disidang tidak mengaku, bahkan ( Prabowo ) berdiri menggebrak meja hingga patah mejanya," beber Kiki.

Belum sempat dilakukan persidangan di Mahkamah Militer, kata Kiki, DKP akhirnya merekomendasikan Prabowo untuk dipecat.

"Tapi kalau di Mahmil akan keluar gorong-gorong TNI yang menjelekkan tentara akhirnya dilakukan PTDH dipecat secara tidak hormat. Jangan pakai PTDH tidak hormat. Pak Harto saat itu berkuasa, mbahnya monster," ungkapnya.

Kiki menyatakan kemunculan kembali kasus penculikan aktivis bukan semata-mata untuk melakukan kampanye hitam terhadap Prabowo yang saat ini sebagai capres.

"Ini bukan black campaign, ini bukan black campaign. Karena ada dokumen, forensiknya. Saya memeriksa bebarengan dengan DKP waktu itu. Saat itu kami juga sempat periksa Sjafrie Sjamsoeddin sekarang jadi Wakil Menhan," jelasnya.

Kiki menyesalkan bila Prabowo menjadi presiden, sebagai tentara yang pernah dipecat sangat tidak masuk akal jika melantik para perwira yang menjabat di Mabes TNI.

"Menurut UUD 45 Presiden adalah panglima tertinggi angkatan bersenjata. Bayangkan waktu melantik 'saya Prabowo Subianto melantik saudara sebagai jenderal X sebagai jenderal AD. Bayangkan orang yang dipecat melantik pimpinan TNI," tuturnya.

Kiki juga menegaskan merapatnya 174 para purnawirawan perwira tinggi karena mereka tahu persis bagaimana dan siapa Prabowo pada masa-masa maraknya kasus penculikan dan proses persidangan DKP itu berjalan.

"Agum Gumelar, Hendropriyono merapat ke Jokowi karena tidak mau Prabowo jadi presiden. Itu bukan black campaign kalau black campaign gosip yang tidak benar. Yang saya persoalkan kenapa publik tidak boleh tahu fakta itu?" ujarnya.

Suasana diskusi yang digelar secara spontan itu semakin marak saat diisi dengan penampilan teatrikal para anggota Seknas Muda Jokowi yang rata-rata merupakan aktivis mahasiswa dan mahasiswi di Kota Semarang, Jawa Tengah. Acara berlangsung menarik, meski para pembicara dan peserta hanya disuguhi dengan makanan jajanan pasar dan air mineral.

Sumber :: Merdeka.com
 

Video Clip

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. U-Gmail - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger