Google+

WHAT'S TRENDING

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bola. Tampilkan semua postingan

Pelatih Myanmar :: Pemain Timnas U-19 Mirip Tim Jepang

Written By Bojonegoro Post on Minggu, 28 September 2014 | 06.47


Bojonegoro Post ~ Tim Myanmar U-19 harus puas bermain imbang 1-1 saat melawan Timnas U-19 dalam laga uji coba di Stadion Gelora Bung Karno, Senin 5 Mei 2014.

Meski skor berakhir imbang, kedua tim terlihat bermain terbuka dan bergantian saling menyerang. Usai laga, pelatih Myanmar Gerd Friedrich Horst memuji penampilan Evan Dimas dan kawan-kawan.

"Secara individu pemain Indonesia bagus," ucap Friedrich, seusai pertandingan. Menurut dia, pergerakan pemain tim Garuda Muda cepat dan cukup menyulitkan di sisi sayap.

Tak hanya itu, pelatih asal Jerman ini menyebutkan fisik para pemain Indonesia terlihat tangguh sepanjang pertandingan. Dibanding pemain Myanmar, anak asuh Indra Sjafri tidak takut berduel dan jarang tergeletak di lapangan usai kontak fisik. Hal sebaliknya terjadi pada pemain Myanmar yang tampak mudah jatuh usai terjadi kontak fisik.

Namun Friedrich menyoroti penampilan Evan Dimas dan Maldini Pali yang dinilai amat berbahaya di lini tengah. Ke depan, lanjut dia, kedua pemain berpotensi besar untuk terus berkembang. Myanmar pun harus kerja keras menempel ketat kedua pemain itu.

"Caranya kami bermain secara tim. Terus memberikan tekanan," ucap Friedrich. Metode ini cukup ampuh meredam serangan Timnas Indonesia U19. Sepanjang laga, Indonesia kesulitan menembus pertahanan Myanmar.

Lebih lanjut, menurut Friedrich, penampilan Indonesia relatif sama dengan tim nasional Jepang. "Perbedaannya pemain Jepang bermain lebih cepat sedangkan Indonesia banyak memainkan bola," katanya.

Myanmar memang pernah menghadapi Jepang dalam pertandingan 10 April lalu. Pasukan Friedrich sukses menekuk Jepang dengan skor 1-0 pada laga yang berjalan di Yangon, Myanmar. 

Eks :: Pemain MU Bungkam City di Etihad

Written By Bojonegoro Post on Sabtu, 30 Agustus 2014 | 19.05


Bojonegoro Post ~ Manchester City dipaksa menyerah 0-1 dari Stoke City pada laga Premier League di Stadion Etihad, Manchester, Sabtu (30/8/2014). Gol semata wayang Stoke dicetak oleh Mame Biram Diouf.

Manchester City menurunkan skuad terbaik dalam laga ini. Duet striker diberikan kepada Stevan Jovetic dan Sergio Aguero yang tampil apik saat mengalahkan Liverpool 3-1, Senin (25/8/2014).

Sementara The Potters, juga tampil berani. Meski bermain di markas The Citizens, pasukan Mark Hughes menurunkan empat pemain bertipe menyerang, yakni Jonathan Walters, Victor Moses, Peter Crouch, dan Mame Biram Diouf.

Tetapi sayangnya, peluang dari kedua tim kerap gagal menemui hasil sepanjang babak pertama. Hingga wasit Lee Mason meniupkan peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor tetap masih 0-0.

Pada babak kedua, Stoke mengejutkan mayoritas suporter di Stadion Etihad. Aksi Diouf yang merupakan mantan pemain Manchester United, sukses melewati dua pemain The Citizens dari tengah lapangan, dilanjutkan tendangan yang membobol gawang Joe Hart pada menit ke-58.

Manchester City mencoba bangkit setelah tertinggal 0-1. Namun, segala upaya yang dilakukan kerap gagal menemui hasil. The Citizens pun kalah dari The Potters.

Kekalahan itu menghentikan catatan dua kemenangan yang diraih Manchester City di Premier League. Kini, klub asuhan Manuel Pellegrini itu tetap mengumpulkan enam poin dari tiga laga. Semenatara bagi Stoke, saat ini berhasil meraih empat poin dalam tiga pertandingan.

Susunan pemain

Manchester City: 1-Joe Hart; 3-Bacary Sagna, 4-Vincent Kompany, 26-Martin Demichelis, 11-Aleksandar Kolarov; 6-Fernando (25-Fernandinho 38), 42-Yaya Toure; 21-David Silva, 8-Samir Nasri (15-Jesus Navas 63); 16-Sergio Aguero, 35-Stevan Jovetic (10-Edin Dzeko 63)
Manajer: Manuel Pellegrini

Stoke: 1-Asmir Begovic; 2-Phil Bardsley; 17-Ryan Shawcross, 12-Marc Wilson, 3-Erik Pieters; 19-Jonathan Walters (9-Peter Odemwingie 46 (16-Charlie Adam 65)), 6-Glenn Whelan, 15-Steven N'Zonzi, 13-Victor Moses (5-Marc Muniesa 80); 18-Mame Biram Diouf, 25-Peter Crouch
Manajer: Mark Hughes

Wasit: Lee Mason
(kompas.com)

Arsenal Resmi Rekrut Alexis Sanchez

Written By Bojonegoro Post on Kamis, 10 Juli 2014 | 22.24


Bojonegoro Post ~ Penyerang timnas Cile, Alexis Sanchez, resmi direkrut Arsenal dari FC Barcelona.
Arsenal resmi merekrut penyerang tim nasional Cile, Alexis Sanchez, dari FC Barcelona dengan nilai transfer sekitar Rp693 miliar.
Pemain berusia 25 tahun itu mengaku gembira dapat memperkuat Arsenal.

“Saya begitu bahagia bisa bergabung ke sebuah klub yang memiliki manajer hebat, skuad berisi pemain-pemain fantastis, dan pendukung di seluruh dunia. Saya menantikan untuk bermain di Liga Primer dan Liga Champions,” ujar pria yang telah mengoleksi 47 gol bersama Barcelona.
Manajer Arsenal, Arsene Wenger, tidak kalah bahagia dengan perekrutan Sanchez. Dia bahkan merujuk penampilan Sanchez yang mampu menyumbangkan dua gol untuk timnas Cile pada Piala Dunia di Brasil.
“Sebagaimana yang orang-orang saksikan selama penyelenggaraan Piala Dunia, Alexis ialah pesepakbola fantastis dan kami gembira dia bergabung dengan kami. Alexis akan menambah kekuatan, kreativitas, dan kualitas untuk skuad kami."
"Dia secara konsisten menghasilkan penampilan dengan kualitas top pada level tertinggi,” kata Wenger.
Sanchez yang telah memperkuat FC Barcelona sebanyak 141 kali dan timnas Cile sebanyak 71 kali, telah lolos tes kesehatan di London pada Kamis (10/07) kemarin.
Sebelum Arsenal mendapat kepastian mendatangkan Sanchez, penyerang itu juga diincar Liverpool. The Reds dilaporkan menawarkan kesepakatan ‘tukar tambah’ dengan Luis Suarez.
Juventus pun menunjukkan ketertarikan pada Sanchez. Namun, kini klub asal Kota Turin, Italia, itu mendekati pemain Real Madrid, Alvaro Morata.


Pemain belakang
Setelah mendapatkan Sanchez, Arsenal kini dilaporkan focus memburu bek kanan asal Prancis, Mathieu Debucy dari Newcastle United.
 debuchy
Bek kanan Newcastle United, Mathieu Debuchy, diincar Arsenal.
Pemain berusia 28 tahun itu diproyeksikan menggantikan Bacary Sagna yang hijrah dari Arsenal ke Manchester City.
Debuchy digadang-gadang dbanderol dua kali lipat dari harga 5 juta pound sterling (Rp99 miliar) yang dibayar Newcastle United ketika merekrutnya dari klub Prancis, Lille, pada Januari 2013.

Para "Matador" Spanyol Menjaga Rasa Lapar

Written By Bojonegoro Post on Jumat, 13 Juni 2014 | 01.38


Bojonegoro Post ~ Salvador - Bergelimang sukses dalam enam tahun terakhir boleh jadi sudah membuat para pemain Spanyol merasa "kenyang" akan gelar. Tapi Vicente Del Bosque memastikan para 'Matador'-nya tetap lapar akan kesuksesan di Piala Dunia 2014.

Spanyol melakukan apa yang tidak bisa dilakukan negara-negara kuat macam Brasil, Argentina, Jerman, atau Italia sebelumnya dengan menguasai dua Piala Eropa (2008 dan 2012) yang diselingi trofi Piala Dunia di 2010.

Bukan pekerjaan mudah tentunya bagi Spanyol untuk meraih masa keemasan mereka setelah sebelumnya mereka cuma berstatus "jagoan di kualifikasi" dan kini La Furia Roja adalah tim terbaik di dunia, semua ingin mengalahkan mereka.

Hal yang sama berlaku di edisi Piala Dunia kali ini di mana Spanyol datang dengan status juara bertahan dan sudah jauh-jauh hari, publik menilai bahwa mereka akan sulit juara di Brasil mengingat belum pernah ada sekalipun tim Eropa yang juara di benua Amerika Selatan.

Apalagi sudah banyak tim-tim yang mengenal 'Tiki-taka' dengan baik dan tahu bagaimana cara untuk meredamnya. Sesuatu yang harus Spanyol cari jalan keluarnya di turnamen kali ini.

Tapi kalau empat tahun lalu, Spanyol bisa mengakhiri "kutukan" tim Eropa tak pernah juara selain di benua sendiri, mengapa tidak mereka melakukannya lagi di tahun ini. Begitulah kata Del Bosque.

"Para pemain ini sudah membuat sejarah bersama tim nasional mereka. Beberapa pemain pernah jadi juara Piala Dunia U-20 tahun 1999 di Nigeria (Casillas dan Xavi). Tapi ini bukan tim veteran, ini tim berpengalaman yang dipadukan dengan beberapa pemain muda," ujar Del Bosque seperti dikutip Soccernet.

"Hanya ada lima pemain yang berada di atas usia 30 tahun. Jadi kami tidak perlu takut pada hal seperti itu. Kami harap kami berada di level terbaik kami untuk mempertahankan trofi Piala Dunia ini," sambungnya.

Tugas Klub Selesai, Saatnya Dukung Negara :: Ancelotti


Bojonegoro Post ~ Carlo Ancelotti mengakhiri kompetisi musim ini dengan membuat Real Madrid menggapai La Decima Liga Champions. Dia akan menganggap tahun ini akan lebih sempurna jika negaranya jadi juara dunia.

Langkah Italia diawali dengan laga yang relatif tidak ringan. Tim besutan Cesare Prandelli itu dijadwalkan berjumpa Inggris di Arena Amazona, Manaus Minggu (15/6/2014) dinihari WIB.

Ancelotti yang orang Italia optimistis tim besutan Cesare Prandelli itu bisa menuai kemenangan atas The Three Lions. Dia ingin melengkapi suka citanya setelah membuat Los Blancos meraih titel juara Liga Champions dengan mengalahkan Atletico Madrid di partai final.

"Setelah menjuarai Liga Champions sebagai pelatih, kemudian bisa melihat Italia menjadi juara sebagai fans, maka musim ini akan sangat fantastis," tutur Ancelotti seperti dikutip Football Espana.

Nah, untuk mewujudkan niatan itu, Ancelotti meminta fans Italia mendukung penuh Andrea Pirlo dkk lewat sebuah surat terbuka.

"Kawan, kita bisa melakukan itu. Saya katakan ini dengan keras dan kencang," kata pria 55 tahun itu membuka kalimat.

"Tim Italia bersama Prandelli bisa membuat kita bermimpi, menjadi petualangan yang menarik dengan orang-orang Italia bisa melanjutkan antusiasme mereka.

"Berpartisipasi di Piala Dunia sudah menyimpan makna menarik, penuh tensi dan kami membutuhkan semua orang untuk melakukan hal-hal besar.

"Saat berbicara mengenai peluang, orang-orang menjadi skeptis dan tak yakin. Well, saya beri garansi kalau tim dan barisan pelatih sangat padu dan cocok satu sama lain. Jika kita punya atmosfer yang positif, kita akan mendapatkan hasilnya.

"Saya belajar dari Liga Champions dan Real Madrid. Itulah betapa pentingnya memberikan dorongan kepada Italia dan mendukung tim ini. Kita bukanlah tim favorit, riilnya adalah Brasil, Jerman, dan Spanyol, tapi saya meminta satu hal kepada kalian.

"Apakah kita juga jadi favorit di Spanyol pada tahun 1982 atau di Jerman 2006? Tidak, tapi kita menjuarai Piala Dunia!

"Sepakbola adalah misteri, sedikit perubahan di tim sendiri atau tim lawan, kemudian kekalahan bisa terjadi.

"Satu hal yang harus diingat: berjumpa Italia akan sulit buat siapapun. Kita adalah tim dengan taktik yang oke, kita punya pengalaman dan para pemain yang bisa membuat perbedaan. Lagipula, Cesare Prandelli adalah pelatih yang bsia dipercaya. Saya ada di belakang dia dan bersama timnas Italia!" tulis Ancelotti berapi-api.

Semasa jadi pemain Ancelotti memiliki 26 caps untuk Gli Azzurri dan mencetak satu gol. Ia masuk skuat Italia di Piala Dunia 1986, tapi tidak dimainkan. Di Piala Dunia 1990 ia tampil di tiga pertandingan, termasuk perebutan tempat ketiga melawan Inggris, yang kemudian dimenangi Italia dengan skor 2-1.

Sumber : : detik.com
 

Video Clip

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. U-Gmail - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger